
Aku berpikir tentang musim panas, waktu yang indah-indah. Saat yang tepat untuk mengatakan aku mencintaimu. Namun musim panas akan segera berakhir. Mungkinkah harapan itu akan nyata? Tapi sepertinya aku akan mencintaimu di musim hujan. Waktu hari-hari gelap hampir datang setiap hari.
Aku berharap kamu akan bersabar. Aku berjanji akan mengubah segalanya. Jika itu hanya perbincangan antara kamu denganku. Aku hanya mencari waktu yang tepat, kapan aku harus mengataknnya. Di musim hujan nanti aku akan sedikit kesulitan.
Selalu aku harus menerka-nerka. Aku tidak bisa merasakan, jadi aku mencoba menyentuh. Aku sudah mengatakan yang sebenarnya, bukan untuk membodohimu. I did my best, but it wasn't much. And even though it all went wrong I'll stand before the Lord of Song.






perjumpaan kedua kali denganmu aku melihat pintu, terbuka lebar dan aku
dipersilakan masuk melewatinya kapan saja.


