Membayangkan siapa yang menemanimu di setiap malam. Aku bodoh terlalu sibuk hingga tidak mempedulikan itu. Aku selalu berpikir kau tidak akan macam-macam. Ini seperti pikiran gila, jelas kau tidak akan memulai obrolan ke laki-laki lain. Namun di luar sana setiap laki-laki akan berusaha, berjuang keras saat aku tidak menghubungimu. Memanfaatkan segala momen untuk kesempatan kecil.
Sekarang, 8 Oktober dan aku baru menyadari betapa bodohnya aku ini. Aku melihat fotomu di beranda Instagram. Jelas hal yang sia-sia atau untuk apa? Tapi aku benar-benar bingung dengan apa yang harus aku lakukan?
Berharap kau masih mengizinkanku memperbaiki kesalahan. Kesalahan fatal untuk beberapa waktu lalu. Aku siap dengan segala risiko. Tapi tidak dengan keputusan jika harus berhenti di sini.
Dengan segala perbuatan dan perlakuanku, matamu sedih. Aku tidak yakin apa ini akan menjadi kali terkahir. Harusnya aku tahu, aku sadar, ini mengecewakan.
Tapi malam ini aku terperanjat, hanya nama dan perangaimu yang selalu mengabut dalam pikiranku. Selama ini aku tidak tahu bagaimana menjadi laki-laki yang kau inginkan. Tidak tahu cara menjadi laki-laki yang kau rindukan. Tidak mengerti pentingnya berkomunikasi setiap hari. Tapi semoga ini hari yang bagus untuk meminta maaf. Maafkan aku.
Percayalah setiap kata, yang aku ucapkan benar. Satu hal yang aku yakini, adalah caraku mencintaimu. Salah satu yang aku harapkan adalah agar kita terus bertahan. Tak ada seorang pun yang sempurna. Terakhir, semua ini penyesalan.
0 komentar:
Posting Komentar