Aku tidak tahu mengapa di tahun 2020 ini rasanya begitu berat. Aku berbicara soal kuliah dan organisai yang aku ikuti. Jika melihat tahun kemarin seperti begitu mudah meskipun pada kenyataanya tidak. Pandemi Covid-19 membuatku tidak mereguk kesenangan dalam menjalankan kedua aktifitas wajib ini. Agaknya aku sudah mulai muak dengan keadaan.
Hari demi hari aku jalani dengan firasat mengambang. Suatu waktu sangat semangat namun, lain waktu begitu berat kaki untuk melakukan tugas-tugas. Sering kuhabiskan waktu untuk berselancar di internet dan menatap layar laptop yang kosong karena memang aku sudah buntu. Melihat keadaan sekarang, yang ada tiap hari berpikir "apakah hidup ini sudah tak berguna lagi?"
Ganjil memang, pikiran seperti itu muncul akhir-akhir ini, jancuk. Ah, umpatan itu nampaknya wajar dilontarkan biar plong sedikit beban hidup haha, tertawa sedikit juga boleh. Bukan. Poinnya bukan di situ. Sejauh mana kita bisa bertahan menghadapi semua hingga pada kata seleasai. Tak seorang pun berani menjamin ketabahan menghadapi masalahku ini.
Saat ini aku kehilangan sosok yang biasa menemani hari-hariku sebelum ini. Berusaha menjalin komunikasi tidak lantas bisa mengganti percakapan mulut dengan mulut. Pertemuan dengan mereka begitu penting tapi kini begitu pantang. Kehadiran mereka bisa menguatkan satu sama lain. Mungkin ini yang aku rindukan. Bertemu dan bercengkerama dengan mereka.
Hari demi hari aku jalani dengan firasat mengambang. Suatu waktu sangat semangat namun, lain waktu begitu berat kaki untuk melakukan tugas-tugas. Sering kuhabiskan waktu untuk berselancar di internet dan menatap layar laptop yang kosong karena memang aku sudah buntu. Melihat keadaan sekarang, yang ada tiap hari berpikir "apakah hidup ini sudah tak berguna lagi?"
Ganjil memang, pikiran seperti itu muncul akhir-akhir ini, jancuk. Ah, umpatan itu nampaknya wajar dilontarkan biar plong sedikit beban hidup haha, tertawa sedikit juga boleh. Bukan. Poinnya bukan di situ. Sejauh mana kita bisa bertahan menghadapi semua hingga pada kata seleasai. Tak seorang pun berani menjamin ketabahan menghadapi masalahku ini.
Saat ini aku kehilangan sosok yang biasa menemani hari-hariku sebelum ini. Berusaha menjalin komunikasi tidak lantas bisa mengganti percakapan mulut dengan mulut. Pertemuan dengan mereka begitu penting tapi kini begitu pantang. Kehadiran mereka bisa menguatkan satu sama lain. Mungkin ini yang aku rindukan. Bertemu dan bercengkerama dengan mereka.
There's something you don't understand, though many times you to learning.
![]() |
| unsplash |

