perjumpaan kedua kali denganmu aku melihat pintu, terbuka lebar dan aku
dipersilakan masuk melewatinya kapan saja.
Sepertinya
Aku tak perlu mengetuk
Aku tak perlu kunci
Sungguh itu tidak perlu, ucapan selamat datang atau selamat
tinggal,
Kau hias sedemikian rupa agar menggoda dan tak lupa
kau sediakan kursi kayu disebelahnya.
Dari pagi hingga malam hari diberkahi begitu banyak gerbang
supaya aku membuka dan menetap di sana.
Duduk berdua di kursi warna cokelat muda, kita berdua
memadu kasih seperti sepasang burung kakak tua.
0 komentar:
Posting Komentar