Kamis, 17 Oktober 2019

Air tanpa Lumut



Lanskap, Danau, Matahari Terbenam
Aku bagaikan air di kolam tak terawat
ada sesuatu yang hilang sejak pertama.
Aku tidak pernah merasakan ancaman
kepada daun yang jatuh menimpaku
dan membusuk karena zat entah apa itu
atau bahkan pada ranting jatuh yang mencolok tajam.

Justru aku harus merawatnya sampai benar-benar membusuk
daun dan ranting dalam diriku tanpa terlewat satu pun
dengan langit yang setiap hari menyapa, namun
langit tetaplah langit ia tak perlu menunjukan
Kepada semua orang bahwa ia tinggi
terlebih denganku di bawah sini
yang sekarang melihatnya pun tak dapat penuh
karena terhalang rimbunan ranting daun pohon cempaka.

Sebagai air aku memahami, aku tidak berhak tentang apa saja
yang jatuh dan menghalangiku saat ini
aku senang masih ditemani dinginnya malam
dan panas terik di siang terang benderang,
Kini aku sudah tak peduli dari mana aku berasal
Dari gugusan awan hitam di atas sana ataukah
Sumber mata air dari jauh sana.

Aku tak ingin bertanya mengapa?
aku tumbuh di genangan tanpa lumut,
gerangan siapa yang menciptakanku sedetil ini?
kini tubuh bagai rasa penuh luka, tanpa cela.

0 komentar:

Posting Komentar