Senin, 30 September 2019

Buat Ning

Ning

Pernah kita lewati tiga tahun bersama
Semoga aku tidak salah
Dan kini kuingat kembali
Wajahmu citra pertama.

Kau, aku, sedang di jalan yang sama
Selanjutnya tak ada pagar pemisah, harapnya.

Untukmu Ning
Dan kekagumanku kepadamu
Akan kulihat sepasang matamu
Benar tepat di bawah keduanya, kuberanikan
Menatap wajahmu, menatap jiwamu.

Jika kau beri kesempatan bersuara
Aku kan berkata
Atas nama diriku sendiri
Atas segala ilusi.

“Sebelum kau lahir, sebelum semestamu hadir,
Tuhan telah hembuskan takdir."

Kuungkapkan renjanaku kepdamu
Buat Ning,
“Biarkan kobaran perasaan ini berapi-api”
Lantas apa hanya seperti ini?
Tidak, ada besar harapanku padamu
Beranikah kau mendekap api yang berkobar ini?

0 komentar:

Posting Komentar