Rabu, 08 Juli 2020

Jika Kita Bertahan Hingga Akhir Tahun


Sudah empat bulan menurut perhitunganku kita bertahan dengan kondisi saat ini. Selama itu pula, sudah banyak hal yang kita lewatkan. Banyak tentu dari kita merindukan hal-hal yang terlewat begitu saja. Sedikit bahagiaanya--belum lama ini--aku sudah melakukan aktivitas yang aku tunda. Namun banyak juga ternyata hal yang hingga kini belum aku lakukan.

Bagaimana lagi, memang seperti ini kondisi yang memaksa untuk sementara waktu kita "menunda" aktivitas. Aku membenci sebagian besar alternatif yang sudah aku lakukan. Ini semacam formalitas, seperti pengguguran kewajiban. Di sisi lain jika tidak dilakukan hanya menambah beban di akhir. Jadi, aku ambil kesimpulan: semoga ini yang terbaik.

"Semoga ini yang terbaik" adalah kata-kata penenang setalah aku melakukan apapun yang aku sebut dengan formalitas tadi. Sempat berpikir "apakah yang kita lakukan ini baik-baik saja" lebih banyak membuang waktu daripada menghabiskannya. Apakah kita akan terlambat menjalani hidup dari semestinya? Ah aku mana tahu soal ini.

Tetapi kita juga perlu bangga kepada diri sendiri mampu bertahan hingga saat ini. Setidaknya kita mampu bertahan dari rasa bosan di dalam rumah, penatnya menatap layar laptop, bahkan memegang gawai lebih lama daripada istirahat yang cukup. Masih banyak pekerjaan rumah yang menanti. Harapnya tentu tetap kita kerjakan semampu kita.

Yaa, semoga kita mampu dan mau menyelesaikan hingga keadaan benar-benar normal. Jika kita bertahan hingga akhir tahun, apa hal pertama kali yang mau kita lakukan?


0 komentar:

Posting Komentar